Friday, November 03, 2017

Abby Tamasya ke Hamilton, Taupo, Rotorua, Hobbiton - Bagian 3 (Late Post)

Akhirnya, bagian terakhir dari jalan-jalan keluarga kita akhir Desember 2016 lalu! Soalnya sayang kalau nggak dishare di sini, apalagi buat yang penasaran sama Hobbiton ori non KW hehehehe. Buat yang mau baca soal soal Makan di Mana dan Nginap di Mana, bisa diklik di sini. Lalu untuk Ngapain aja bagian pertama, bisa diklik di sini. Inilah dua hari terakhir jalan-jalan kita saat itu, tanggal 30 dan 31 Desember 2016. Nah, mungkin ada yang masih ingat kalau pas kita sampai parkiran Hobbiton itu, mami mertua jatuh dan malam tahun baru saya dihabiskan dengan nongkrong di rumah sakit. Memorable banget deh! Tau-tau udah mau setahun aja ya peristiwa itu, dan mami mertua minggu depan udah mau main ke Auckland lagi ngunjungin cucu barunya. Time flies ngebuttt banget. Jadi ngapain aja jalan-jalannya? Yuk disimak.

Skyline Rotorua

Skyline Rotorua memang tidak bisa dilewatkan kalau main ke Rotorua. Selain bisa lihat pemandangan super indah, makan enak, yang dinantikan oleh kita semua tentunya adalah main luge! Seperti semboyannya, once is never enough, beneran loh naik luge itu nggak bisa sekali doang, soalnya nagih! Sayangnya kali ini saya lagi hamil muda, jadi nggak bisa deh main. Nunggu doang di samping barengan mami mertua yang memang nggak brani naik luge hehe. Overall, it was such a fun experience. Apalagi, kali ini Abby udah berani naik luge loh! Nggak kayak waktu kita pergi sebelumnya yang dia ketakutan. Oh iya, untuk naik gondola dan makan siang di Stratosfare, biayanya 57 dolar per orang. Kemudian untuk tiket lugenya bisa dibeli di atas. Belinya langsung sepaket beberapa ride saja, karena jatuhnya lebih murah daripada tiket satuan. Makin banyak beli tiketnya, makin murah jatuhnya per ride. Kalau nggak mau makan, bisa beli paket gondola dan luge juga. Harga lugenya doang saya lupa blas! Harga paket gondola dan luge bisa dilihat di sini.

Pas sampai, kita kaget banget, antri masuk dan tukar/ beli tiketnya sampai segini panjang! Maklum lagi liburan. Tapi antriannya ini rapiiii banget, walaupun di depannya meliuk-liuk ngikutin jalur yang disediakan, pas bagian talinya habis, orang antri lurus sampai ke pintu masuk. Nah itu foto kita dari pintu masuk tuh. Nggak kebayang kalau di Jakarta udah kayak apa. 

Foto tiga turis dari Jakarta dengan latar pemandangan indah kota dan danau Rotorua. 

Pas lagi mabok-maboknya, makannya jadi banyakan salad sama seafood yang asem manis. Tapi ini pencitraan doang kok, habis gitu makan 2 piring lagi. Sayangnya nggak napsu-napsu amat, cuma yang penting kenyang hehe.

Pemandangannya indah banget kan? 

Pasangan berbahagia hehehe.

Tuh gondolanya kalau difoto dari atas. Satu gondola bisa muat sampai 8 orang.

Si mami, bawaannya banyak banget kayak mau piknik.

Antrian naik luge yang luar biasa ramainya hari itu, padahal dua stasiunnya dibuka semua kanan kiri.

Abby mau naik luge loh! Segede Abby gini naiknya harus tandem sama bapaknya. Helmnya pakai ukuran XS tapi masih kegedean dikit. 

Aku keren nggak? 

Rombongan yang siap naik luge. Dua ibu-ibunya nungguin aja.

Horeeee!! Ngebutttt!

Bisa-bisaan nih pada berhenti dulu buat difoto.

Nah, yang ini juga sempet selfie segala! Ckckckck. 

Ngegantung di udara. 

Si Abby mukanya takut-takut dikit pas naik gondola terbuka, tapi habis itu nagih lagi buat naik luge-nya. 

Habis puas main luge, main mini digger. Ceritanya mindahin pasir. Keren loh yang sponsorin Volvo. 

Foto wajib sekeluarga di tulisan Rotovegas.  
Mampir di toko Jelly Belly sebelum turun lagi ke bawah. Seru banget ada begitu banyak rasa. 1 pouch kecil harganya 1 dolar.



Harry Potter yang dibikin dari Jelly Belly, beserta anak kecil yang lagi happy habis beli jelly.

Berhubung si oma tadi di atas nggak brani naik yang asli, berlagak aja deh naik luge yang display di bawah. Keren juga kan gayanya?
City of Rotorua

Sesudah dari Skyline, kita lanjut menuju Lake Rotorua, kemudian mampir ke Rose Garden, Rotorua Museum, dan Blue Bath yang ada di satu kompleks yaitu Government Garden. Di Lake Rotorua, banyak banget angsa hitam alias black swan, bebek, dan burung. Seneng lihatnya karena danaunya super bersih. Buat lihat foto-foto di Rotorua lainnya, bisa intip post tahun lalu. Taman-taman juga sangat terawat dan bikin kita seneng sekali berfoto-foto di sana. Dan yang jelas, semuanya gratis hehehe.

Tuh di danaunya, semuanya isinya black swan.

Pose anak kecil

Pose kekinian

Oma dan cucu, malah ngambilin taneman (entah taneman apa itu)

Hiyaaahhhhh....!!

Mami minta difoto di depan ratusan (atau ribuan?) burung camar. Gile tuh di belakang, banyak benerrrr..

Berpose di tengah rose garden yang semua bunganya lagi pada mekar. Ihhhh bagussss!! Nggak seperti pas winter kemarin yang bunganya kering kerontang. 

Nyilem di tengah mawar berbagai warna.

Itu ada monyet dari mana ngegantung?

Tiga generasi di depan Rotorua Museum.

Foto keluarga lengkap wajib di depan museum. 

Whangapipiro yang merupakan sumber air panas belerang yang panasnya 212 drajat Celcius (bukan Farenheit ya). Puanaasss banget.

Di depan Blue Bath yang dulunya tempat pemandian, tapi sekarang jadi tempat conference dan kawinan. 
Sepulang makan malam di Pig and Whistle, kita jalan kaki keliling, dan foto di depan pohon Natal raksasa di tengah kota (dan bulan depan udah Natal lagi donk!)



Masang foto ini cuma karena anaknya gemesin!
Hobbiton Movie Set

Nah ini dia akhir dari perjalanan kita, dan juga merupakan hal yang ditunggu-tunggu kalau anda penggemar Lord of The Rings Trilogy dan The Hobbit movies. Tapi buat yang bukan fans, nggak masalah juga kok! Saya sendiri suka film-filmnya walau nggak ngefans banget, tapi tetep bisa enjoy ngunjungin tempat ini. Yang lucu, mami mertua tuh nyangkain Hobbiton itu semacam theme park mirip Disneyland, dan dia berharap dengan datang ke Hobbiton, bisa ketemu dengan Hobbit hihihi. Ya harap maklum deh, si Mami nggak suka nonton film yang berat-berat macem begini.

Untuk menuju ke Hobbiton, kota terdekatnya adalah Matamata. Ada 3 opsi untuk mengikuti tour ini. Dari Rotorua, dari Information Center Matamata, atau dari The Shire yang berlokasi di Hobbiton. Kita sendiri memilih untuk langsung ke The Shire alias di lokasi langsung. Biaya untuk mengikuti tour ini adalah 79 dolar per orang, anak kecil masih gratis. Tournya sendiri berlangsung lebih kurang dua jam. Jadi dari the Shire, kita naik bus lagi sekitar 10 menit menuju ke lokasi utama movie set. Tournya itu ada rombongan masin-masing dan jam-jamnya. Kalau pergi saat high season, bener-bener harus booking jauh-jauh hari (kalau perlu beberapa bulan di muka). Banyak orang yang go show akhirnya harus gigit jari karena nggak dapat tiket, atau terpaksa ambil private tour yang mihilnya minta ampun.

Sejarah Hobbiton sendiri diceritakan lewat video yang kita tonton di bus. Ternyata dulunya Hobbiton ini adalah sebuah peternakan bernama Alexander Farm yang ditemukan oleh Sir Peter Jackson (sutradara semua film di atas yang juga merupakan orang NZ) gara-gara dia lagi nyari lokasi perbukitan yang indah. Lokasi Hobbiton ini tadinya sangat-sangat rahasia, bahkan nih, pembangunannya aja melibatkan bantuan dari Angkatan Udara NZ. Bayangin gimana saat itu nggak ada yang tau kalau di sana lagi ada shooting film yang melibatkan artis-artis terkenal. Setelah sempat hampir dihancurkan setelah pembuatan Lord of The Rings Trilogy di tahun 1999, akhirnya tempat ini tetap dibiarkan dan tour mulai dibuka di tahun 2002. Di tahun 2009, Sir Peter Jackson balik lagi ke situ untuk bikin The Hobbit, dan bikin movie set yang lebih wah lagi sehingga total Hobbit Hole alias rumahnya ada total 44. Di tahun 2012 ditambah lagi The Green Dragon Inn sebagai tempat perhentian terakhir untuk minum setelah keliling Hobbiton. Jadi deh versi yang kami nikmatin kemarin itu adalah versi terlengkap Hobbiton Movie Set tour. Bisa dibaca di sini ya untuk lebih jelas soal sejarahnya.

Di depan The Shire Restaurant and Gift Shop. Kita bisa nunggu, dan banyak orang yang foto-foto di bawah tulisan Hobbiton Movie Set-nya. 

Nonton film pendek dulu sebelum masuk ke area movie set.

Pemandangan indah di Alexander Farm yang terlihat dari dalam bus. Percaya atau tidak, sampai sekarang itu farm-nya masih berfungsi normal! Kebayang nggak sih, udah berapa banyak duitnya si Alexander sejak dibukanya Hobbiton itu? (ngilerrr...)

Turun dari bus, kita sama-sama menuju ke pintu masuk lokasi.

Selamat datang di Hobbiton!

Ini dia tour guide kita yang kebetulan lagi patah tangan. Kok bisa sih habis gitu patah tangannya nular ke mertua hihihi. Ngomong-ngomong, guidenya ini jelasin detail banget soal tiap-tiap spot yang digunakan untuk shooting adegan di film LOTR maupun The Hobbit. Jadi kalau ngefans beneran bisa ngebayangin posisi-posisinya. Contoh: "Ini loh pagar yang adegan si Frodo lompat di adegan pembuka." Saya sih cuma bengong hahaha.
Asli, begitu kita masuk ke dalam Hobbiton, dalam hati cuma ngebatin... WOW... WOW... WOW... Pokoknya beneran serasa lagi ada di dunia lain. Indaaahhh banget!

Bener kan? Serasa lagi ada di alam fantasi. Ini tournya lagi ramai rombongan, tapi bisa diatur supaya semua orang bergantian bergiliran di setiap spot. Percaya atau tidak, dari seluruh vegetasi alias tanaman yang ada di Hobbiton, hanya ada satu tanaman yang palsu. Bisa tebak? Yak, pohon yang besarrrr di depan itu. Saya dibagi sample daunnya oleh si tour guide. 

Yang sebelah kanan itu pohon asli, yang sebelah kiri itu pohon palsu. Nggak keliatan palsu sama sekali ya kalau dari jauh. Sisanya semua asli, termasuk bebungaan yang indah.
Di semua titik di Hobbiton ini, bawaannya pingin foto terus. Soalnya asli bagus semua dan detail banget! Pokoknya menggoda iman banget, jadi maunya stop stop, tau-tau bisa ketinggalan sama rombongan. Apalagi rumah Hobbit-nya ternyata banyak kaaannn...  (total ada 44). Temanya juga berbeda-beda. Tentunya nggak semua bisa dilewatin jalan setapak. Cuma kalau yang dilewatin jadi kepingin difoto. Nih yang saya taruh di sini cuma sebagian kecil aja.

Cute banget! Bunga-bunganya bagus, kursinya imut, belum lagi ada perabotannya juga,

Kebun pertanian di situ. Asli semua loh, ada pohon bunga matahari, labu, strawberry. Kalau yang di meja itu baru palsu, tapi mirip banget sama aslinya. 

Rumah lainnya, lengkap dengan tumpukan kayu bakar di sampingnya.

Foto keluarga dulu. Si mami tangannya udah patah di situ, makanya tas-nya dibawain sama si papi.

Indah bangetttt! Nah, kita tuh jalan menyusuri desanya yang makin nanjak via jalan setapak.

Rumah lain lagi lengkap dengan meja makan, perabotan, serta makanan di meja. Ada cerobong asapnya juga. Lucu deh, jadi kalau dilihat dari atas, itu cerobong pada nyembul-nyembul dari tanah.

Ada anak kecil lagi dapat tugas bawa kayu bakar.

Pak lurah lagi nangkring di depan rumah.

Sampai ada juga jemuran! Lengkap banget deh udah kayak desa beneran.

Rumahnya tumpuk-tumpuk dan di atasnya beneran rumput semua, jadi beneran disebut Hobbit Hole alias lubang Hobbit.

Dari ketinggian, kita bisa melihat ratusan domba di tanah pertanian yang masih beroperasi. 

Mau roti? Mau Kue?

Foto lengkap sekeluarga dengan anak yang lagi ngangkut karung beras.

Satu-satunya Hobbit Hole yang pintunya kebuka dan bisa dipakai foto. Numpang foto dulu dong sekeluarga. Serunya, semua orang pada gantian foto bergiliran, jadi kita bisa saling memfoto antar keluarga. Kayaknya ada 3 keluarga yang hobinya motret termasuk keluarga kita, jadi ketinggalan melulu di belakang, plus udah blank sama penjelasan dari tour guidenya hahahaha.

Pemandangan dari atas bukit, ijo, indah, dan ada danau buatannya. Keren!


Hayo, rumah siapa ini?? Rumah paling terkenal satu Hobbiton nihhhh..

Buat yang nebak itu rumahnya Frodo Baggins, yes, anda benar sekali! Jadi kita berfoto dulu berebutan. Kalau di rumah ini kayaknya semua orang mau foto deh. Sampai dikasih pagar pembatas supaya nggak ada yang nyelonong masuk. 

Rumahnya Frodo, pintunya dibuka sedikit, dan ada labu guedeee banget di depan rumahnya.

Anak kecil pulang sekolah. Kalau yang ini pintunya beneran kecil banget loh cuma setinggi si Abby.

Lagi hobi gaya begini, katanya gantian dia yang moto.

Si Om lagi mau ngopi dulu di depan rumah. 

Neng, mau manjat tangga buat ngambil apa, Neng?

Si Eneng manyun di depan rumah. Si anak kecil lagi jualan keju.

Ada juga Hobbit Hole yang posisinya nggak dilewati jalan setapak. Tapi perhatiin deh, tetep loh cerobong asapnya muncul dari dalam rumput. Detail banget ya! 

Yang ini adalah fairgroundnya alias lapangan besar tempat para hobbit kumpul berpesta. 

Di sini bisa guling-guling, koprol, meroda, tiger sprong. Luas soalnya.

Kalau nggak salah, ini rumahnya Bilbo Baggins. 

Nah, kalau pintu ini adalah pintu yang dipakai adegan terakhir LOTR Trilogy saat Bilbo dan istrinya masuk rumah sambil gendong anak.

Perjalanan terus dilanjutkan, menuju ke The Green Dragon Inn sebagai pemberhentian terakhir

Berderet naik jembatan mungil

Para Hobbit dalam Trilogy Lord of The Onion Ring.

Pasangan berbahagia lagi naik kereta yang bawa tong ale.

Anak kecil nggak mau kalah minta naik juga. Eh pas turun dari sini dia ngusruk, dengkulnya lecet, terus nangis kejer. Dan setelah itu...minta digendong nonstop. Encok-encok dah (bapaknya). 

Di bagian bawah dekat The Green Dragon Inn, rumahnya besar-besar alias bukan Hobbit Hole lagi. Ceritanya jadi tempat kumpul orang-orang di desa.

Sampailah kita di The Green Dragon Inn, tempat nongkrongnya para Hobbit alias bar-nya.
Kita dikasih waktu sekitar 20 menit untuk nongkrong di sini, dan masing-masing orang dapat complimentary cider dengan kadar alkohol rendah, atau ginger beer yang nggak ada alkoholnya. Kita semua milih ginger beer. Suegeerrr banget setelah berpanas-panasan di luar.

Suasana di dalam, dibuat seakan-akan ini adalah bar beneran.

Tempatnya dibuat sangat cozy untuk kita yang pingin nongkrong. 

Banyak orang yang memilih duduk-duduk di luar sambil menikmati suasana hijau dan hangat.

Detailnya wah banget! Ukirannya detail, kayu-kayunya terlihat sangat kuat.

Ceritanya itu bajunya para Hobbit yang digantung. Ih luar biasa, beneran serasa di dunia lain.

Keliatan kan ya printilannya. Ada buah, ada keju, keramik-keramik.

Nahhhh... bapaknya pegel deh tuh, gendong terussss!


Hobbit Holes yang nampak dari sebrang danau saat kita nongkrong di The Green Dragon Inn, lengkap dengan jemurannya.

Di sebelah kanan itu adalah rumah besar dengan kincir air di bawahnya. Kayak Balai Desa gitu kali ya. Nah yang di kiri yang banyak orang kumpul itu The Green Dragon Inn.

Bapaknya masih terus gendong hihihi. Di belakang itu ladang beneran ya. Tuh tanaman jagungnya mulai berbuah.

Scarecrow yang lucu banget.

Kotak surat yang bentuknya udah kayak kue bolu. Imut-imut, warna warni.

Selesai deh petualangan kita di dalam Hobbiton Movie Set. Kita naik bus lagi menuju ke The Shire Restaurant. Masih lanjut ngemil dikit (hotdog, salad buah, ngopi), dan ke toko souvenir sebelum akhirnya kita langsung menuju Auckland, dan dilanjutkan dengan acara ke Emergency dan Rumah Sakit hehehe.
Gimana setelah ngelihat Hobbiton? Puas nggak? Jadi kepingin ke sini nggak?

Nah, udahan deh cerita jalan-jalan kita yang sudah long overdue. Setelah trip itu, masih sempat ke Karangahake, lalu ke Bay of Islands sebelum akhirnya saya lahiran di bulan Juli lalu. Semoga yang baca pada puas ya, plus nggak bosen karena ada lokasi yang diulang (dan sejujurnya rute Rotorua dan Hobbiton ini diulang lagi saat kemarin mama dan adik saya dateng hahahaha). Pergi dengan orang yang berbeda, sensasinya berbeda kok. Apalagi di sini ada 4 musim, jadi lokasi sama, panas dinginnya beda. The next trip will be Abby dan Tilly Tamasya! Kebayang bawa bayi? Nah, tungguin aja deh edisi tamasya selanjutnya.

4 comments:

  1. Gak sabar nunggu serial tamasya abby and tilly 😁
    Btw, sesekali buat postingan mpasi dunk.
    Dulu abby gada sama sekali 😄

    ReplyDelete
  2. Ternyata memang yang ori itu selalu yang terbaik ya hahahaha. Apalagi yang difoto dari seberang itu cakep banget ci, ngebayangin ada hobbit keluar dari rumahnya. Aku nggak nonton LOTR sih, cuma suka dengan view Hobbiton soalnya cantik.

    ReplyDelete
  3. Gw tau loh adegan Frodo lompat pager hahahahaa...
    Tar ada edisi tamasya bareng clarissa conrad dong
    Salah satu yang harus gw pergi nih AMIN...

    ReplyDelete
  4. hai ci, lagi nyari2 info tentang nz jadi nyasar ke sini. rumah hobbitsnya keren yakk~~ seru banget bisa jalan2 ke sana :D

    ReplyDelete