Wednesday, December 06, 2017

Motherhood Saga: Matilda's Baptism Day

Sudah resmi sejak tanggal 24 September 2017 lalu, Tilly sudah jadi penganut agama Katolik, sesuai dengan janji pernikahan orang tuanya, minimal bisa mendidik anak-anak kami secara Katolik. Sama seperti cicinya, Tilly sudah dibawa ke gereja dari sejak usianya sebulan. Di gereja dia termasuk anak yang anteng, kalau rewel dikit, digendong sebentar biasa langsung kalem. Tapi itu cuma pas awal-awal dia baru mulai ke gereja kok. Kalau sekarang, she's an expert! Nggak pernah nangis, nggak pernah rewel, pokoknya saya seneng bawa dia ke gereja. Sudah rutin kalau pas homili, itu waktunya dia nyusu, dan setelah itu dipangku mama sampai selesai misa. Kalau soal bertingkah, malah cicinya yang lebih banyak plus suka jumpalitan, bikin saya senewen takut dia gangguin orang lain. Mana kalau nanya-nanya di dalam gereja, suaranya kayak gledek, bikin mamanya suka tepok jidat. Kadang suka komentar bablas, "Mama, itu orangnya gendut banget ya!" Ampun dijeeehhh.... Untung ngomongnya pakai bahasa Indonesia. Kalau pakai bahasa Inggris, matilah muka mau ditaruh di kolong altar kali. Oh iya, cerita baptisan ini, ada unsur-unsur cenayangnya loh! Penasaran gak?

Monday, November 20, 2017

Matilda The Musical Dengan Prolog Nan Panjang

Buat yang sudah lama kenal saya, pasti tau banget kalau saya itu sangat suka nonton drama musikal. Kalau di Amerika sering disebut Broadway, kalau di Inggris sering disebut West End. Waktu dulu kami mau pindah ke Selandia Baru, ada celetukan orang kalau negara ini mah nggak keren banget soal budaya, dan garing banget kalau soal pertunjukan. Saya sih sempet mengkeret, sempet sedih juga karena saya pikir, udah pindah ke negara nun jauh di sana, lalu makin nggak dapat kesempatan untuk nonton pertunjukan berkelas. Dulu aja pas belum ada Ciputra Artpreneur, saya harus ke Singapura untuk nonton pertunjukan macam begini. Belum lagi di Indonesia seringnya nggak didatangi sama artis beken karena alasan keamanan sehingga manusianya pada berbondong-bondong ke negara tetangga untuk nonton konser. Nah, kalau dari Selandia Baru, yang paling deket Australia dong? Ih malesin banget harus terbang ke Australia untuk nonton pertunjukan.

Friday, November 03, 2017

Abby Tamasya ke Hamilton, Taupo, Rotorua, Hobbiton - Bagian 3 (Late Post)

Akhirnya, bagian terakhir dari jalan-jalan keluarga kita akhir Desember 2016 lalu! Soalnya sayang kalau nggak dishare di sini, apalagi buat yang penasaran sama Hobbiton ori non KW hehehehe. Buat yang mau baca soal soal Makan di Mana dan Nginap di Mana, bisa diklik di sini. Lalu untuk Ngapain aja bagian pertama, bisa diklik di sini. Inilah dua hari terakhir jalan-jalan kita saat itu, tanggal 30 dan 31 Desember 2016. Nah, mungkin ada yang masih ingat kalau pas kita sampai parkiran Hobbiton itu, mami mertua jatuh dan malam tahun baru saya dihabiskan dengan nongkrong di rumah sakit. Memorable banget deh! Tau-tau udah mau setahun aja ya peristiwa itu, dan mami mertua minggu depan udah mau main ke Auckland lagi ngunjungin cucu barunya. Time flies ngebuttt banget. Jadi ngapain aja jalan-jalannya? Yuk disimak.